Sekolah Pascasarjana Universitas Gadjah Mada (SPs UGM) melalui Program Hibah Pengabdian kepada Masyarakat (PKM) Tahun 2026 melaksanakan kegiatan pemberdayaan masyarakat bertajuk “Penguatan Kapasitas Petani dalam Pemanfaatan Teknologi Digital untuk Mendukung Diversifikasi Produk Pangan Lokal” di Desa Bleberan, Kapanewon Playen, Kabupaten Gunungkidul, Daerah Istimewa Yogyakarta. Program ini menjadi bagian dari komitmen SPs UGM dalam mendukung transformasi pertanian berbasis teknologi sekaligus memperkuat ketahanan pangan masyarakat melalui pengembangan produk pangan lokal yang lebih beragam dan bernilai tambah.
Kegiatan diawali dengan sosialisasi dan Focus Group Discussion (FGD) yang melibatkan petani dan kelompok masyarakat Desa Bleberan. Dalam sesi ini, peserta memperoleh pemahaman mengenai peran teknologi digital dalam mendukung kegiatan pertanian, mulai dari akses informasi budidaya, pemantauan harga pasar, pengelolaan jadwal tanam, hingga pemanfaatan informasi cuaca dan iklim dari BMKG untuk mendukung pengambilan keputusan di tingkat usaha tani.
Selain itu, tim pengabdian juga memberikan pelatihan dan praktik langsung penggunaan teknologi digital untuk pemasaran produk pertanian. Peserta dilatih memanfaatkan media sosial seperti WhatsApp, Facebook, dan Instagram, serta platform marketplace lokal untuk mempromosikan produk pangan lokal. Petani juga mendapatkan pendampingan dalam membuat konten promosi sederhana, mulai dari pengambilan foto produk, penulisan deskripsi, hingga teknik publikasi yang lebih menarik dan komunikatif.
Ketua tim Pengabdian kepada Masyarakat, Dr. Sudrajat, S.Si., M.P., menjelaskan bahwa penguatan literasi digital merupakan langkah strategis untuk membuka akses pasar yang lebih luas sekaligus meningkatkan nilai tambah produk pangan lokal. “Teknologi digital tidak hanya berfungsi sebagai alat komunikasi, tetapi juga menjadi instrumen penting dalam pengelolaan usaha tani, pengambilan keputusan berbasis informasi, serta pemasaran produk pertanian secara lebih efektif dan efisien,” ujarnya.
Hasil evaluasi menunjukkan bahwa program memberikan dampak yang sangat positif terhadap peningkatan kapasitas peserta. Sebanyak 90 persen peserta menyatakan memahami atau sangat memahami peran dan manfaat teknologi digital setelah mengikuti rangkaian sosialisasi, diskusi, dan praktik langsung. Selain itu, seluruh peserta mengaku memperoleh keterampilan digital baru yang dapat diterapkan dalam kegiatan pertanian dan pemasaran produk pangan lokal.
Kegiatan ini juga berhasil meningkatkan kesadaran petani terhadap pentingnya adopsi teknologi digital dalam mendukung pertanian berkelanjutan. Sebanyak 97,1 persen peserta menyatakan siap mengadopsi teknologi digital dalam kegiatan pertanian mereka. Antusiasme peserta terlihat selama sesi praktik berlangsung, di mana petani aktif mencoba berbagai aplikasi digital pertanian dan berdiskusi mengenai peluang pengembangan usaha berbasis teknologi.
Program PKM SPs UGM di Desa Bleberan mendukung pencapaian Sustainable Development Goals (SDGs), khususnya SDG 2 (Zero Hunger) melalui penguatan ketahanan pangan dan diversifikasi pangan lokal, SDG 8 (Decent Work and Economic Growth) melalui peningkatan kapasitas ekonomi petani, SDG 9 (Industry, Innovation and Infrastructure) melalui pemanfaatan teknologi digital, serta SDG 12 (Responsible Consumption and Production) melalui pengembangan sistem produksi pangan lokal yang lebih berkelanjutan.
Melalui program ini, SPs UGM berharap Desa Bleberan dapat menjadi salah satu contoh pengembangan pertanian digital di tingkat desa. Pendampingan berkelanjutan dan penguatan kapasitas masyarakat diharapkan mampu mempercepat adopsi teknologi, memperluas jaringan pemasaran produk lokal, serta meningkatkan kesejahteraan petani secara berkelanjutan. Program ini sekaligus menegaskan komitmen SPs UGM dalam menghadirkan pengabdian kepada masyarakat yang berbasis riset, inovasi, dan kebutuhan nyata masyarakat sebagai bagian dari kontribusi perguruan tinggi terhadap pembangunan desa dan ketahanan pangan nasional.
Penulis: Siti Muyasaroh



