
Yogyakarta, 15 Juni 2026 – Indonesia masih menghadapi tingkat pengangguran lulusan perguruan tinggi yang lebih tinggi dibandingkan dengan Vietnam. Meskipun investasi besar telah dilakukan di sektor pendidikan tinggi, banyak lulusan universitas di Indonesia yang kesulitan mendapatkan pekerjaan yang sesuai dengan kualifikasi dan keterampilan mereka. Hal ini memunculkan pertanyaan penting mengenai hubungan antara sistem pendidikan tinggi dan hasil di pasar kerja. Sejauh mana perbedaan dalam ekosistem pendidikan, keterlibatan industri, pengembangan keterampilan, dan kebijakan tenaga kerja berkontribusi terhadap kesenjangan ini?
Untuk menjawab pertanyaan tersebut, tim peneliti Program Studi Magister Manajemen Pendidikan Tinggi (MMPT), Sekolah Pascasarjana Universitas Gadjah Mada (SPs UGM) berkolaborasi dengan Profesor Nguyen Phuong dari Vietnam National University (VNU) dalam sebuah proyek riset bersama bertajuk “Education & Employment Nexus: A Comparative Study of the Higher Education Ecosystem in Indonesia and Vietnam”. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji bagaimana perguruan tinggi di kedua negara mempersiapkan lulusannya untuk memasuki dunia kerja, serta bagaimana kebijakan pendidikan, hubungan universitas-industri, dan faktor ekosistem memengaruhi tingkat kebekerjaan lulusan. Selain memperkuat kemitraan yang telah lama terjalin antara UGM dan VNU, serta menjajaki peluang kerja sama yang lebih luas dengan departemen dan fakultas lain, kunjungan delegasi MMPT ini menjadi momentum penting untuk mengumpulkan data dan berinteraksi dengan para pemangku kepentingan utama terkait proyek riset bersama tersebut.
Dipimpin oleh Ketua Program Studi MMPT, Prof. Ir. Paulus Insap Santosa, M.Sc., Ph.D., IPU., dan didampingi oleh Dr. phil. Vissia Ita Yulianto, tim peneliti melakukan diskusi dan aktivitas pengumpulan data di VNU untuk mendapatkan wawasan yang lebih mendalam mengenai ekosistem pendidikan tinggi, jalur kerja lulusan, dan strategi pengembangan tenaga kerja di Vietnam. Selain VNU, delegasi MMPT juga melakukan kunjungan institusional ke Universitas Van Lang dan Konsulat Jenderal Republik Indonesia (KJRI) di Kota Ho Chi Minh. Kunjungan ini memberikan peluang berharga untuk bertukar pandangan mengenai pengembangan pendidikan tinggi, tingkat kebekerjaan lulusan, dan potensi kolaborasi akademik serta penelitian di masa depan antara Indonesia dan Vietnam.
Melalui inisiatif bersama ini, tim peneliti berharap dapat menghasilkan rekomendasi berbasis bukti yang berkontribusi dalam memperkuat hubungan antara pendidikan tinggi dan dunia kerja, sekaligus mendukung pengembangan ekosistem pendidikan tinggi yang lebih responsif dan inklusif di kedua negara. Penelitian ini didukung penuh oleh hibah penelitian tahun 2026 dari Sekolah Pascasarjana Universitas Gadjah Mada (SPs UGM). Inisiatif riset komparatif dan kunjungan kelembagaan ini selaras dengan komitmen SPs UGM dalam mendukung pencapaian Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (SDGs). Hal ini diwujudkan melalui peningkatan kualitas pendidikan tinggi (SDG 4), dorongan terhadap penyediaan pekerjaan yang layak bagi lulusan (SDG 8), serta penguatan kemitraan global untuk mencapai tujuan bersama melalui kolaborasi riset internasional (SDG 17).
Penulis: Berlian Belasuni