• Tentang UGM
  • Simaster
  • Perpustakaan
  • IT Center
  • Webmail
  • Informasi Publik
  • Bahasa Indonesia
    • Bahasa Indonesia
    • English
Universitas Gadjah Mada SEKOLAH PASCASARJANA
UNIVERSITAS GADJAH MADA
  • Beranda
  • Tentang Kami
    • Tentang Kami
    • Posisi
    • Keunggulan
    • Struktur Organisasi
    • Layanan dan Fasilitas
    • Kehidupan Kampus
    • Kontak
  • PPID
    • Informasi Publik
      • Informasi yang Wajib Disediakan dan Diumumkan secara Berkala
      • Informasi Tersedia Setiap Saat
      • Daftar Informasi Dikecualikan
    • Layanan Informasi
      • Alur dan Prosedur Permohonan Informasi
      • Alur dan Prosedur Pengajuan Keberatan atas Informasi
      • Prosedur dan Tatacara Penyelesaian Sengketa
      • Maklumat Pelayanan Informasi Publik
  • Akademik
    • Pengumuman
    • Dokumen Akademik
    • Kalender Akademik
  • Admisi
    • Program Studi
    • Beasiswa
    • Syarat Pendaftaran
    • Prosedur Pendaftaran
    • Biaya Pendidikan (UKT)
    • Registrasi
  • Kegiatan
    • Agenda
    • Berita
    • Penelitian
    • Pengabdian Masyarakat
  • Survei Layanan
  • Beranda
  • Berita
  • Tenun Coffee Roasters Berbagi Pengalaman Membangun Budaya Melalui Branding di Program Studi Kajian Budaya dan Media UGM

Tenun Coffee Roasters Berbagi Pengalaman Membangun Budaya Melalui Branding di Program Studi Kajian Budaya dan Media UGM

  • Berita
  • 8 Juni 2026, 10.14
  • Oleh: pudji_w
  • 0

Yogyakarta – Program Studi Kajian Budaya dan Media (KBM) Sekolah Pascasarjana Universitas Gadjah Mada menyelenggarakan kegiatan Sesi dengan Praktisi bertajuk “Tenun Coffee Roasters: Membentuk Budaya Melalui Branding” pada Kamis (21/5) di Ruang Sidang A Lantai 5, Unit 1 Sekolah Pascasarjana UGM. Kegiatan ini menghadirkan Edrick Edsel Wijaya, praktisi sekaligus perwakilan dari Tenun Coffee Roasters, untuk berbagi pengalaman mengenai praktik branding dalam industri kopi dan kaitannya dengan pembentukan budaya.

Acara yang diikuti oleh mahasiswa mata kuliah Branding dan Budaya Promosi serta mahasiswa magister dan doktoral Kajian Budaya dan Media ini menjadi ruang pembelajaran yang mempertemukan perspektif akademik dengan pengalaman praktis di lapangan. Melalui sesi tersebut, peserta diajak memahami bahwa branding tidak hanya berfungsi sebagai strategi pemasaran, tetapi juga sebagai proses membangun makna, identitas, dan relasi dengan masyarakat.

Dalam pemaparannya, Edrick menjelaskan bahwa keberhasilan sebuah merek tidak semata-mata ditentukan oleh kualitas produk, melainkan juga oleh kemampuan merek tersebut dalam membangun cerita dan pengalaman yang relevan bagi konsumennya. Melalui Tenun Coffee Roasters, ia menunjukkan bagaimana sebuah usaha kopi dapat mengembangkan identitas yang kuat dengan mengintegrasikan nilai, pengalaman, dan kedekatan dengan komunitas ke dalam strategi komunikasinya.

Diskusi menyoroti bagaimana branding berperan dalam membentuk budaya konsumsi sekaligus menciptakan komunitas di sekitar sebuah merek. Di era media digital yang semakin kompetitif, konsumen tidak hanya membeli produk, tetapi juga terhubung dengan nilai, narasi, dan gaya hidup yang ditawarkan oleh suatu brand. Oleh karena itu, branding menjadi praktik budaya yang melibatkan proses produksi makna dan pembentukan identitas sosial.

Peserta tampak antusias mengikuti sesi yang berlangsung interaktif tersebut. Berbagai pertanyaan diajukan, mulai dari strategi membangun loyalitas pelanggan, tantangan menjaga konsistensi identitas merek, hingga bagaimana sebuah bisnis dapat tetap relevan di tengah perubahan tren dan perilaku konsumen. Melalui dialog yang terbuka, mahasiswa memperoleh kesempatan untuk memahami dinamika industri kreatif dari sudut pandang pelaku usaha secara langsung.

Kegiatan ini merupakan bagian dari upaya Program Studi Kajian Budaya dan Media UGM untuk menghadirkan pengalaman belajar yang kontekstual dan aplikatif. Dengan menghadirkan praktisi dari berbagai sektor industri, mahasiswa didorong untuk melihat bagaimana konsep-konsep yang dipelajari di ruang kelas beroperasi dalam praktik profesional dan kehidupan sosial yang lebih luas.

Melalui sesi bersama Tenun Coffee Roasters ini, peserta tidak hanya memperoleh wawasan mengenai strategi branding, tetapi juga memahami bahwa sebuah merek dapat menjadi medium yang membentuk budaya, menciptakan relasi sosial, serta menghadirkan nilai-nilai yang bermakna bagi komunitas yang dilayaninya. Kegiatan ini diharapkan dapat memperkaya perspektif mahasiswa dalam memahami hubungan antara budaya, komunikasi, dan praktik bisnis di masyarakat kontemporer.

Penulis: Khoirul Mujazanah

Tags: SDG 17: Kemitraan untuk Mencapai Tujuan SDG 4: Pendidikan Berkualitas SDG 8. Pekerjaan Layak dan Pertumbuhan Ekonomi SDG 9: Industri Inovasi dan Infrastruktur

Recent Posts

  • Gelar Wicara Bahas Integrasi Layanan Spiritual, Psikologis, dan Medis dalam Pendekatan Kesehatan Mental Holistik
  • Tenun Coffee Roasters Berbagi Pengalaman Membangun Budaya Melalui Branding di Program Studi Kajian Budaya dan Media UGM
  • SPs UGM Berpartisipasi dalam Seminar Nasional Akmil 2026, Bahas Transformasi Pertahanan di Era Digital
  • Sekolah Pascasarjana Dukung Penguatan Kehumasan Melalui Kegiatan FGD di Lingkungan UGM
  • Gelar ICERM Ke-7, Universitas Gadjah Mada Bedah Strategi Manajemen Manusia Dan Kebencanaan Global
Universitas Gadjah Mada
Sekolah Pascasarjana
UNIVERSITAS GADJAH MADA
Jl. Teknika Utara, Pogung, Sinduadi, Mlati, Sleman, Yogyakarta, 55284
Telp. (0274) 544975, 564239
Email : sps@ugm.ac.id

© Universitas Gadjah Mada

KEBIJAKAN PRIVASI/PRIVACY POLICY

[EN] We use cookies to help our viewer get the best experience on our website. -- [ID] Kami menggunakan cookie untuk membantu pengunjung kami mendapatkan pengalaman terbaik di situs web kami.I Agree / Saya Setuju