Yogyakarta – Sekolah Pascasarjana Universitas Gadjah Mada (UGM) menyelenggarakan kegiatan Syawalan Keluarga Besar dalam rangka memperingati Hari Raya Idul Fitri 1447 Hijriah pada Selasa, 7 April 2026, bertempat di Auditorium Lantai 5 Sekolah Pascasarjana UGM. Kegiatan ini dihadiri oleh pimpinan, dosen, tenaga kependidikan, mahasiswa, serta seluruh sivitas akademika di lingkungan Sekolah Pascasarjana UGM .
Syawalan merupakan tradisi yang secara konsisten diselenggarakan sebagai wadah untuk mempererat tali silaturahmi setelah bulan Ramadhan. Dalam konteks kehidupan akademik, kegiatan ini tidak hanya menjadi ajang saling bermaafan, tetapi juga sarana memperkuat kebersamaan dan membangun kembali semangat kolektif dalam menjalankan aktivitas tridarma perguruan tinggi.
Rangkaian kegiatan dimulai dengan registrasi peserta yang diikuti dengan penuh antusias oleh seluruh undangan. Acara kemudian dilanjutkan dengan pembukaan oleh pembawa acara, pembacaan ayat suci Al-Qur’an, serta pembacaan ikrar syawalan yang menjadi simbol saling memaafkan dan memperkuat komitmen kebersamaan di antara sivitas akademika.
Suasana kekeluargaan tampak terasa sejak awal hingga akhir kegiatan. Mahasiswa dari berbagai program studi turut hadir dan berbaur bersama dosen serta tenaga kependidikan, menciptakan ruang interaksi yang hangat dan egaliter. Momentum ini menjadi penting untuk memperkuat hubungan lintas peran di lingkungan akademik, sehingga tercipta komunikasi yang lebih terbuka dan kolaboratif.
Kehadiran mahasiswa dalam kegiatan ini juga mencerminkan keterlibatan aktif mereka dalam kehidupan kampus di luar kegiatan akademik formal. Interaksi yang terjalin selama acara memberikan pengalaman sosial yang memperkaya proses pembelajaran, sekaligus menumbuhkan rasa memiliki terhadap institusi.
Puncak acara diisi dengan penyampaian hikmah syawalan oleh Prof. Dr. Ir. Mohammad Na’iem, M.Agr.Sc. dengan tema “Menjaga Fitrah, Lestarikan Lingkungan Hidup” . Dalam penyampaiannya, disampaikan pentingnya menjaga keseimbangan antara nilai-nilai spiritual yang diperoleh selama Ramadhan dengan tanggung jawab terhadap lingkungan.
Pesan tersebut mengajak seluruh sivitas akademika untuk tidak berhenti pada dimensi ritual semata, tetapi juga menerjemahkannya ke dalam tindakan nyata dalam kehidupan sehari-hari. Kepedulian terhadap lingkungan dipandang sebagai bagian dari implementasi nilai-nilai keislaman sekaligus tanggung jawab sebagai insan akademik yang memiliki peran strategis dalam masyarakat.
Dalam konteks perguruan tinggi, nilai-nilai tersebut dapat diintegrasikan melalui kegiatan pendidikan, penelitian, dan pengabdian kepada masyarakat. Lingkungan akademik diharapkan menjadi ruang yang tidak hanya menghasilkan pengetahuan, tetapi juga membentuk karakter yang peduli terhadap keberlanjutan dan keseimbangan kehidupan.
Kegiatan Syawalan ini juga menjadi momen reflektif bagi seluruh sivitas akademika untuk memperkuat kembali komitmen dalam menciptakan lingkungan kerja dan belajar yang harmonis. Kebersamaan yang terbangun diharapkan mampu menjadi fondasi dalam meningkatkan kualitas kolaborasi, baik dalam lingkup internal maupun dalam jejaring yang lebih luas.
Acara kemudian ditutup dengan doa bersama yang berlangsung khidmat, dilanjutkan dengan sesi foto bersama dan ramah tamah. Suasana santai yang tercipta dalam sesi ini memberikan ruang bagi seluruh peserta untuk saling berinteraksi secara lebih dekat, mempererat hubungan personal maupun profesional.
Melalui kegiatan ini, Sekolah Pascasarjana UGM menegaskan pentingnya menjaga keseimbangan antara nilai spiritual, hubungan sosial, dan tanggung jawab terhadap lingkungan. Semangat kebersamaan yang terbangun diharapkan dapat terus berlanjut dalam berbagai aktivitas akademik ke depan, sehingga mampu mendorong terciptanya lingkungan yang produktif, inklusif, dan berkelanjutan.
Penulis: Khoirul Mujazanah

