
Program Studi Agama dan Lintas Budaya (ALB) atau Center for Religious and Cross-cultural Studies (CRCS) Sekolah Pascasarjana Universitas Gadjah Mada (SPs UGM), kembali menyelenggarakan Wednesday Forum pada Rabu, 26 November 2025, bertempat di Ruang Kelas Lantai 3, Gedung Sekolah Pascasarjana UGM. Forum ini mengangkat tema mengenai bagaimana ekosistem digital Indonesia membentuk ulang dinamika intoleransi, radikalisme, ekstremisme, dan terorisme (IRET).
Diskusi kali ini menghadirkan Khoirul Anam, peneliti sekaligus praktisi kontra-ekstremisme yang telah bekerja sama dengan BNPT, Densus 88, serta berbagai lembaga strategis lainnya dalam isu radikalisasi dan pencegahan terorisme. Ia memaparkan bahwa platform digital di Indonesia kini semakin sering dimanfaatkan untuk mempercepat penyebaran intoleransi, menormalisasi narasi ekstremis, dan meleburkan batas antara keluhan daring dan kekerasan luring.
Menurutnya, teori-teori klasik mengenai radikalisasi—seperti Moghaddam’s Staircase maupun Two-Pyramids Model—tidak lagi sepenuhnya mampu menjelaskan pergeseran cepat yang terjadi di era algoritmik. Melalui presentasi bertajuk “From Clicks to Conflict”, Anam menjelaskan bagaimana ekosistem digital Indonesia menghadirkan jalur radikalisasi baru yang kerap terlewat oleh model-model global.
Paparan tersebut merujuk pada temuannya dalam artikel terbaru yang ia tulis bersama Direktur Intelijen Densus 88 dan mantan Kepala Kajian Terorisme Universitas Indonesia, berjudul “Data-Driven Redefinition of Radicalism–Terrorism: Understanding the Continuum of Intolerance and Extremism through Indonesian Experience.” Diskusi menekankan pentingnya integrasi pola metadata, catatan kasus, dan perilaku digital untuk memahami bagaimana ekstremisme berkembang dalam era berbasis algoritma.
“Memahami pergeseran pola ekstremisme di ruang digital adalah langkah penting untuk membangun kerangka hukum yang adaptif, memperkuat ketahanan masyarakat, dan merumuskan pendekatan kontra-ekstremisme yang lebih efektif sekaligus manusiawi,” ungkapannya.
Acara berlangsung interaktif, melibatkan mahasiswa, dosen, peneliti, serta praktisi yang mengkaji isu agama, keamanan, dan dinamika sosial-politik kontemporer. Forum ini kembali menegaskan komitmen Program Studi Agama dan Lintas Budaya SPs UGM dalam menghadirkan ruang diskusi ilmiah yang kritis, mutakhir, dan relevan dengan kebutuhan masyarakat Indonesia saat ini.
Penulis: Asti Rahmaningrum