
Yogyakarta, 13 Januari 2026 — Program Studi Magister Ilmu Lingkungan, Sekolah Pascasarjana Universitas Gadjah Mada (SPs UGM), melalui Hibah Penelitian tahun 2025, melaksanakan penelitian berjudul “Transformasi Digital: Tantangan dan Peluang dalam Peningkatan Ketahanan Pangan Berkelanjutan di Desa Tejamulya, Kecamatan Argapura.” Penelitian ini diketuai oleh Dr. Sudrajat, S.Si., M.P., dengan anggota peneliti Prof. Dr. Ig. L. Setyawan Purnama, M.Si., serta melibatkan mahasiswa Program Studi Magister Ilmu Lingkungan, yakni Heri Wijaya, S.Si., dan Marwan Rajab, S.Hut.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa transformasi digital di Desa Tejamulya, Kecamatan Argapura, Kabupaten Majalengka, mulai memberikan dampak nyata bagi para petani. Pemanfaatan teknologi digital dirasakan membantu petani dalam memperoleh informasi terkait faktor produksi pertanian, memperlancar distribusi hasil panen, serta membuka peluang pasar yang lebih luas, baik melalui jalur daring (online) maupun luring (offline).
Ketua peneliti, Dr. Sudrajat, S.Si., M.P., menjelaskan bahwa pemanfaatan teknologi digital menjadi faktor penting dalam menjawab tantangan ketahanan pangan di tingkat perdesaan. “Transformasi digital di sektor pertanian tidak hanya mempermudah petani dalam mengakses informasi dan pasar, tetapi juga meningkatkan efisiensi produksi dan memperkuat ketahanan pangan secara berkelanjutan. Namun, proses ini harus didukung oleh kebijakan dan infrastruktur yang memadai agar manfaatnya dapat dirasakan secara merata,” ujarnya.
Temuan ini mengindikasikan bahwa adopsi teknologi digital di sektor pertanian telah mengubah praktik pertanian menjadi lebih efektif dan efisien. Penerapan teknologi tersebut berkontribusi terhadap peningkatan produktivitas pertanian dan menjadi salah satu upaya penting dalam mewujudkan ketahanan pangan yang berkelanjutan.
Meski demikian, penelitian juga mengungkap sejumlah tantangan yang masih dihadapi petani dalam proses transformasi digital. Beberapa kendala utama meliputi keterbatasan jaringan internet di wilayah perdesaan, rendahnya literasi digital pada sebagian petani yang berusia lanjut, serta biaya operasional teknologi yang masih dipersepsikan relatif mahal. Kondisi ini menunjukkan perlunya perhatian serius dari pemerintah daerah agar proses transformasi digital yang tengah berlangsung dapat berjalan secara optimal dan merata.
Di sisi lain, sebagian besar petani menyadari besarnya peluang yang ditawarkan oleh teknologi digital, baik dalam kegiatan produksi dan manajemen pengelolaan pertanian maupun dalam sistem pemasaran. Teknologi digital dinilai mampu memperluas jaringan pemasaran, meningkatkan daya saing produk pertanian, serta berdampak positif terhadap peningkatan ketahanan pangan melalui kemudahan distribusi, akses, ketersediaan, dan stabilitas pangan.
Berdasarkan temuan tersebut, penelitian ini menekankan pentingnya perumusan strategi dan kebijakan yang tepat sasaran untuk mendukung percepatan transformasi digital di kalangan petani Desa Tejamulya, Kecamatan Argapura, Kabupaten Majalengka. Kebijakan yang perlu mendapat perhatian antara lain penyediaan infrastruktur jaringan internet, peningkatan literasi teknologi bagi petani, serta dukungan biaya operasional. Langkah-langkah ini dinilai menjadi kunci keberhasilan dalam memperkuat ketahanan pangan.
Kata kunci SDGs: SDG 2: Tanpa Kelaparan, SDG 9: Industri Inovasi dan Infrastruktur, SDG 8: Pekerjaan Layak dan Pertumbuhan Ekonomi, SDG 10: Berkurangnya Kesenjangan
Sumber: Sudrajat
Editor: Asti Rahmaningrum
Foto: Sudrajat