Tim Jurnal Industri Perjalanan Wisata (IPTA) dari Fakultas Pariwisata Universitas Udayana melakukan kunjungan ke Tim Pengelola Jurnal Kawistara Sekolah Pascasarjana Universitas Gadjah Mada. Kegiatan ini bertujuan untuk mempelajari lebih dalam mengenai pengelolaan dan pengembangan jurnal ilmiah, khususnya terkait pengelolaan kualitas redaksi, proses peer review, serta pengindeksan jurnal.
Kunjungan yang dilaksanakan pada Jumat, 24 Oktober 2025, bertempat di ruang rapat sayap timur lantai 2, Gedung Unit 1 Sekolah Pascasarjana UGM. Rombongan dari Universitas Udayana terdiri atas Dr. I Nyoman Sudiarta, S.E., M.Par.; Yayu Indrawati, S.S., M.Par., Ph.D.; Dr. I Made Kusuma Negara, S.E., M.Par.; dan Dr. Luh Gede Leli Kusuma Dewi, S.Psi., M.Par.
Kedatangan tim Jurnal IPTA disambut oleh Koordinator Unit Penelitian dan Publikasi Sekolah Pascasarjana UGM, Prof. Nurdiana Gaus; Editor-in-Chief Jurnal Kawistara, Dr. Mohammad Iqbal Ahnaf; serta staf tenaga kependidikan pengelola Jurnal Kawistara. Dalam pertemuan tersebut, kedua belah pihak berdiskusi mengenai strategi pengelolaan artikel, penerapan sistem penjaminan mutu naskah, dan upaya peningkatan visibilitas jurnal melalui pengindeksan nasional maupun internasional.
Perwakilan dari tim Jurnal IPTA, Yayu Indrawati, S.S., M.Par., Ph.D., menyampaikan bahwa saat ini Jurnal IPTA masih terakreditasi SINTA 4 dan berharap melalui kunjungan ini dapat memperoleh banyak pembelajaran dari tim pengelola Jurnal Kawistara agar dapat meningkat menjadi SINTA 2.
“Kami ingin belajar dari praktik terbaik yang telah diterapkan oleh Jurnal Kawistara, baik dari sisi tata kelola editorial, proses review, maupun strategi peningkatan mutu agar jurnal kami dapat terus berkembang dan naik peringkat akreditasi,” ujar Yayu Indrawati.
Sementara itu, Editor-in-Chief Jurnal Kawistara, Dr. Mohammad Iqbal Ahnaf, menyambut baik kunjungan tersebut. Ia menyampaikan bahwa pengelolaan jurnal ilmiah merupakan proses yang dinamis dan penuh tantangan, terutama dalam hal penjaminan mutu naskah. “Kami sangat mengapresiasi kunjungan dari rekan-rekan Jurnal IPTA. Salah satu tantangan utama yang kami hadapi di Kawistara adalah proses review yang memerlukan waktu cukup lama karena mencari reviewer yang sesuai tidaklah mudah, ditambah lagi dengan upaya menyiasati tumpukan naskah yang masuk,” ungkapnya.
Melalui kunjungan ini, tim dari Universitas Udayana mengaku mendapatkan banyak wawasan baru terkait praktik baik dalam pengelolaan jurnal ilmiah. Salah satu isu yang turut dibahas adalah kendala yang tengah dihadapi Jurnal IPTA, yaitu gangguan teknis pada laman OJS yang menyebabkan proses pengelolaan artikel masuk menjadi terhambat.
Pertemuan ini diharapkan menjadi awal dari kerja sama yang lebih erat antara kedua institusi dalam upaya meningkatkan kualitas tata kelola dan reputasi jurnal ilmiah di Indonesia.
Penulis: Asti Rahmaningrum

