
Yogyakarta, 12 Januari 2026 — Sekolah Pascasarjana Universitas Gadjah Mada (SPs UGM) melalui Program Studi Bioteknologi melaksanakan penelitian strategis terkait karakterisasi molekuler bakteri termofilik yang berasal dari Kawah Sikidang, Dieng, Jawa Tengah. Penelitian ini dipimpin oleh Dr. rer. nat. Lucia Dhiantika Witasari sebagai bagian dari Hibah Penelitian SPs UGM Tahun 2025.
Penelitian tersebut mengimplementasikan pendekatan Whole-Genome Sequencing (WGS) berbasis teknologi PacBio untuk mengidentifikasi gen-gen yang berperan dalam degradasi biomassa dan produksi metabolit bernilai industri. Isolat utama, Geobacillus sp. DS3, menunjukkan kualitas data genom yang sangat baik dengan tingkat kelengkapan mencapai 98,76 persen dan tingkat kontaminasi hanya 0,49 persen. Temuan ini memperkuat potensi bakteri termofilik sebagai sumber biokatalis unggul yang mampu bekerja optimal pada kondisi suhu tinggi.
Menurut Dr. Lucia Dhiantika Witasari, penelitian ini membuka peluang besar bagi pemanfaatan sumber daya mikroba lokal. “Bakteri termofilik dari kawasan Dieng memiliki potensi signifikan sebagai sumber enzim termostabil yang dapat dikembangkan untuk mendukung proses industri yang lebih efisien dan berkelanjutan,” ujarnya.
Riset ini berkontribusi pada pencapaian Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (Sustainable Development Goals/SDGs), khususnya SDG 9 (Industry, Innovation and Infrastructure) melalui pengembangan teknologi bioproses berbasis enzim termostabil untuk industri pangan dan biomassa, serta SDG 12 (Responsible Consumption and Production) melalui pemanfaatan mikroorganisme guna meningkatkan efisiensi proses produksi dan mengurangi limbah biomassa.
Hasil anotasi genom mengidentifikasi sejumlah gen pengkode enzim termostabil penting, antara lain aprX (alkaline protease), nprA (neutral protease), amyS (alpha-amylase), apu (amylopullulanase), celA (cellulase), xynA (xylanase), dan lipA (lipase).
Enzim-enzim tersebut memiliki potensi luas untuk berbagai aplikasi industri, termasuk hidrolisis pati, pengolahan pangan bersuhu tinggi, konversi biomassa, serta produksi metabolit seperti asam asetat dan hidroksibutirat. Selain itu, analisis filogenetik menunjukkan kedekatan Geobacillus sp. DS3 dengan Geobacillus thermoleovorans dan Geobacillus kaustophilus, yang semakin menguatkan karakter termofilik isolat tersebut.
Melalui penelitian ini, SPs UGM menegaskan komitmennya dalam mendorong riset inovatif yang relevan dengan pengembangan teknologi berkelanjutan. Temuan ini diharapkan dapat membuka peluang pemanfaatan mikroba lokal sebagai basis penguatan industri bioteknologi nasional sekaligus memperkuat kontribusi universitas dalam pencapaian SDGs.
Sumber: Lucia Dhiantika W
Editor: Asti Rahmaningrum