• Tentang UGM
  • Simaster
  • Perpustakaan
  • IT Center
  • Webmail
  • Informasi Publik
  • Bahasa Indonesia
    • Bahasa Indonesia
    • English
Universitas Gadjah Mada SEKOLAH PASCASARJANA
UNIVERSITAS GADJAH MADA
  • Beranda
  • Tentang Kami
    • Tentang Kami
    • Posisi
    • Keunggulan
    • Struktur Organisasi
    • Layanan dan Fasilitas
    • Kehidupan Kampus
    • Kontak
  • PPID
    • Informasi Publik
      • Informasi yang Wajib Disediakan dan Diumumkan secara Berkala
      • Informasi Tersedia Setiap Saat
      • Daftar Informasi Dikecualikan
    • Layanan Informasi
      • Alur dan Prosedur Permohonan Informasi
      • Alur dan Prosedur Pengajuan Keberatan atas Informasi
      • Prosedur dan Tatacara Penyelesaian Sengketa
      • Maklumat Pelayanan Informasi Publik
  • Akademik
    • Pengumuman
    • Dokumen Akademik
    • Kalender Akademik
  • Admisi
    • Program Studi
    • Beasiswa
    • Syarat Pendaftaran
    • Prosedur Pendaftaran
    • Biaya Pendidikan (UKT)
    • Registrasi
  • Kegiatan
    • Agenda
    • Berita
    • Penelitian
    • Pengabdian Masyarakat
  • Survei Layanan
  • Beranda
  • Berita
  • SEMINAR GREAT THINKERS, 23 JUNI 2011

SEMINAR GREAT THINKERS, 23 JUNI 2011

  • Berita
  • 17 Juni 2011, 00.00
  • Oleh: ismamisdalenitiarasani
  • 0

KUNTOWIJOYO, ILMU SOSIAL PROFETIK DAN ASKETISME INTELEKTUAL

Tujuan
Mengurai dan meneladani Kuntowijoyo dalam dunia yang “berbeda” dengan
dunia yang dihadapi Kuntowijoyo, sehingga menjadi teladan pada cendekiawan
yang lahir dan besar setelah Kuntowijoyo meninggalkan kita untuk selamanya,
kecuali
karya-karyanya yang masih bisa kita nikmati.

Sejarah sosial dan politik nyaris tidak bisa dibedakan. Dia menyatu dalam
satu kerangka persoalan sosial. Sejarah sosial berbicara soal masa lalu dan
politik
berbicara soal masa kini. Keduanya membahas soal masyarakat dalam lingkup yang
luas dan lebih sempit. Tetapi keduanya sama-sama berbicara soal dinamika, perilaku
dan kecenderungan-kecenderungan masyarakat.
Kuntowijoyo adalah ilmuwan sejarah, murid Sartono Kartodirjo, sejarawan kawakan
dan empu sejarah Indonesia. Kuntowijoyo dalam banyak hal terilhami bahkan sama
dengan gurunya itu. Sederhana, detail, tekun, dan tidak gampang tergoda dengan
hal ikhwal material. Kuntowijoyo akhirnya tidak kaya material tetapi kaya “penghargaan” intelektual.
Sama persis dengan gurunya, Sartono Kartodirjo.
Kepiawian Kuntowojoyo dalam bidang sejarah sosial tak diragukan. Setelah selesai
Doktor di Columbia University tahun 1980, langsung menggebrak dan mengabdi
di almamaternya dengan pendekatan dan karya baru tentang sejarah sosial yang
ditekuninya
di Columbia University tersebut. Buku Metodologi Sejarah adalah karya nyata
Kuntowijoyo dalam bidang sejarah yang ditekuni. Tentu saja karya disertasinya,
Sosial Change
in an Agrarian Society : Madura 1850-1950
. Sejarah dan Dinamika Umat Islam
Indonesia, Budaya dan Masyarakat, dan Paradigma Islam : Interpretasi untuk
Aksi merupakan
karya penting Kuntowijoyo.
Dalam banyak hal akademik Kuntowijoyo telah “meninggalkan jejak” yang
sangat penting dan tentu bermanfaat. Tidak diragukan tentang komitmenya dalam
bidang akademik. Sesuatu yang sekarang agak kurang kita dapatkan adalah sikapnya
yang sederhana dalam hal material tetapi tinggi komitmennya dalam bidang akademik.
Tentu ada banyak perbedaan yang dihadapi oleh Kuntowijoyo dengan intelektual
sepeninggal Kuntowijoyo. Banyak tantangan yang dihadapi Kuntowijoyo berbeda
dengan intelektual lainnya.
Hal yang tidak bisa dipandang remeh adalah sumbangan Kuntowijoyo dalam hal
pengembangan ilmu sosial, yakni dinamakan Ilmu Sosial Profetik (ISP) yang menurutnya
derivasi
dari pemahaman (internalisasi) Keislaman Kuntowijoyo dengan Kitab Suci Al-quran.
Sebagai seorang ilmuwan sosial (sejarah) Kuntowijoyo tidak alergi terhadap
ilmu sosial barat, tetapi tetap memakainya dengan menambahkan dan kritis apa
yang
dipakainya. Inilah posisi Kuntowijoyo yang sebenarnya sangat tinggi.
ISP beranjak dari tradisi Ilmu Teologi Pembebasan di Amerika Latin yang banyak
tertindas sehingga ingin keluar dari ketertindasan yang dialaminya sehingga
menjadi terbuka dan merdeka. Kuntowijoyo membawanya dalam tradisi ilmu sosial
profetik
untuk Indonesia. Indonesia menjadi penting dengan kondisi yang masih under
development
dan banyak yang tertindas.
Kuntowijoyo adalah eksemplar yang bisa menjadi tauladan intelektual sekarang
di dunia perguruan tinggi yang banyak “tawaran” dan tantangan,
material bergelimang di depan hidung. Kesederhanaan Kuntowijoyo tidak berbanding
lurus
dengan karya yang dibuatnya. Sederhana tetapi tetap berkarya dengan hebat penuh
semangat. Kuntowijoyo intelektual, budayawan, cendekiawan muslim dan sastrawan
kenamaan.

Pembicara :
Prof. Drs. Purwo Santoso, MA.,Ph.D. (ISIPOL UGM)
Prof. Dr. Bambang Purwanto, MA. (FIB UGM)

Waktu : Kamis, 23 Juni 2011,
Pukul : 09.30 – 12.000
Tempat : Gedung Sekolah Pascasarjana UGM Lt 5

Peserta : Peserta Great Thinkers adalah mahasiswa strata satu, mahasiswa strata
dua dan tiga, dosen, wartawan serta masyarakat umum yang tertarik.

Recent Posts

  • Kegiatan Pemantauan Potensi Air Tanah di Kubu Raya: Magister Pengelolaan Lingkungan SPs UGM Dan Pemprov Kalbar Siap Jawab Krisis Air Bersih
  • Dorong Pengembangan SDM Statistik, Prodi Doktor Kependudukan Sosialisasi ke BPS Kota Surakarta
  • Kerja Sama Sekolah Pascasarjana UGM dan Kementerian Transmigrasi Selenggarakan Ekspose Laporan Akhir Studi Pengembangan Ekonomi Kawasan Transmigrasi Koridor Jalan Tol Trans Sumatera
  • PSPSR UGM Laksanakan Program Pengabdian “NUSA BUDAYA” di Padukuhan Pringgading Bantul
  • MPRK UGM Perkenalkan Keamanan Manusia dalam Kunjungan Studi UKSW Salatiga
Universitas Gadjah Mada
Sekolah Pascasarjana
UNIVERSITAS GADJAH MADA
Jl. Teknika Utara, Pogung, Sinduadi, Mlati, Sleman, Yogyakarta, 55284
Telp. (0274) 544975, 564239
Email : sps@ugm.ac.id

© Universitas Gadjah Mada

KEBIJAKAN PRIVASI/PRIVACY POLICY

[EN] We use cookies to help our viewer get the best experience on our website. -- [ID] Kami menggunakan cookie untuk membantu pengunjung kami mendapatkan pengalaman terbaik di situs web kami.I Agree / Saya Setuju