Yogyakarta, 11 November 2025 – Sekolah Pascasarjana Universitas Gadjah Mada (SPs UGM) melalui program Magister dan Doktor Kepemimpinan dan Inovasi Kebijakan (MDKIK) bersama Keluarga Alumni Magister dan Doktor Kepemimpinan dan Inovasi Kebijakan (Kapimgama) menyelenggarakan acara “Leadership Day 2025” dengan tema “Collaborative and Innovative Leadership toward Indonesia Emas 2045”. Acara yang berlangsung di Gedung Inovasi dan Kreativitas (GIK) UGM ini menegaskan komitmen institusi dalam menyiapkan model kepemimpinan masa depan yang tangguh, adaptif, dan kolaboratif.
Dalam sambutan pembuka, Ketua Umum Kapimgama Hassanudin (Mayjen TNI (Purn.)) menyampaikan bahwa pemimpin masa kini tidak hanya dituntut untuk mengelola dengan kecerdasan, tetapi juga untuk “mengubah ketidakpastian menjadi peluang”.
Wakil Rektor Bidang Pendidikan dan Pengajaran UGM Wening Udasmoro menggarisbawahi pentingnya empati, inklusivitas, dan kemampuan kolaborasi lintas disiplin untuk menjawab revolusi digital, tantangan lingkungan, dan perubahan sosial yang cepat. “kepemimpinan bukan sekadar jabatan, tetapi gerakan untuk perubahan nyata” ujarnya.
Leadership Day 2025 menghadirkan rangkaian sesi yang dirancang untuk memperkuat gagasan dan tindakan kepemimpinan: Sesi keynote yang mengangkat tema seperti “Interdisciplinary Leadership”, “Digital Leadership”, dan “Transformational Leadership”. Talkshow tematik, antara lain “Women and Strategic Leadership” dan “Youth Leadership: Empowering the Next Generation”, memberi ruang dialog antar generasi dan gender. Dan Sesi kreatif dan jejaring (Networking & Creative Session) yang menegaskan bahwa kepemimpinan juga soal membangun komunitas dan kreativitas dalam organisasi.
Kegiatan ini bukan sekadar formalitas akademik, melainkan wahana strategis untuk menyemai pandangan kepemimpinan yang menyeluruh — yang menggabungkan inovasi, kolaborasi lintas disiplin, dan orientasi pada masa depan. Dengan tagline “Collaborative and Innovative Leadership toward Indonesia Emas 2045”, SPs UGM menegaskan bahwa generasi pemimpin berikutnya harus tidak hanya kompeten secara teknis, tetapi juga memiliki kesadaran sosial, tanggung-jawab kolektif, dan daya adaptasi tinggi terhadap perubahan global. “Kami berharap Leadership Day 2025 menjadi momentum bagi UGM untuk memperkuat semangat kepemimpinan yang berpihak pada kemajuan, kemanusiaan, dan keberlanjutan,” ujar Dekan SPs UGM
Melalui Leadership Day 2025, SPs UGM menegaskan perannya sebagai penggerak intelektual dan praktis dalam pembangunan kepemimpinan nasional. Forum ini diharapkan menghasilkan gagasan, jejaring, dan aksi nyata yang dapat diterapkan di institusi publik maupun privat, serta memperkuat kontribusi Indonesia dalam mencapai visi 2045.
Penulis: Arfikah Istari



