Yogyakarta, 5 Maret 2026 – Program Studi Pengkajian Seni Pertunjukan dan Seni Rupa (PSPSR) Universitas Gadjah Mada (UGM) menyelenggarakan kegiatan Kajian Seni dan Agama yang dirangkai dengan momen buka puasa bersama pada Selasa (3/3/2026). Bertempat di Ruang 407, Lantai 4 Gedung Sekolah Pascasarjana UGM, acara ini menjadi ruang dialog akademik yang inklusif bagi seluruh sivitas akademika PSPSR. Mengangkat tema besar “Dharma Ning Nusantara: Hening, Iman, dan Kemanusiaan di Tengah Dunia yang Bising,” kegiatan ini dibuka secara resmi oleh Ketua Program Studi Magister PSPSR, Dr. Rr. Paramitha Dyah Fitriasari, S.Ant., M.Hum. Adapun sesi diskusi dipandu oleh I Made Christian Wiranata Rediana.
Menghadirkan I Made Andi Arsana, Ph.D. sebagai narasumber utama, forum ini menyoroti pentingnya merawat kemanusiaan di tengah keberagaman. Dalam paparannya, Made Andi membagikan pengalaman perjumpaannya dengan rekan-rekan dari berbagai latar belakang agama. Ia menekankan bahwa sikap saling menghormati adalah kunci di tengah kekayaan budaya dan etnis Indonesia. Menurut Made Andi, nilai-nilai agama tidak sekadar membentuk kesadaran personal. Agama memiliki kontribusi sosial yang luas, bergerak dari individu untuk dunia, serta dari dunia kembali membentuk individu.
Diskusi berlangsung dalam suasana yang santai dan hangat. Para peserta yang hadir turut membawa takjil secara sukarela untuk dibagikan bersama. Momen kebersamaan ini tidak hanya memperkuat interaksi antarpeserta, tetapi juga mendorong tumbuhnya empati dan memperkaya perspektif mengenai isu keberagaman.
Inisiatif penyelenggaraan kajian ini merupakan wujud nyata komitmen Program Studi PSPSR dalam membangun atmosfer akademik yang dialogis dan berkeadaban. Langkah ini sekaligus mendukung capaian Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (Sustainable Development Goals/SDGs), di antaranya SDG 4 tentang Pendidikan Berkualitas melalui penyediaan ruang pembelajaran yang reflektif di luar perkuliahan formal. Selain itu, kegiatan ini juga selaras dengan SDG 10 tentang Berkurangnya Kesenjangan yang mendorong penghargaan terhadap keberagaman dan menumbuhkan sikap inklusif, serta SDG 16 tentang Perdamaian, Keadilan, dan Kelembagaan yang Tangguh melalui penguatan nilai toleransi, dialog, dan saling pengertian di dalam komunitas akademik.
Penulis: Berlian Belasuni, Namira A



