Yogyakarta, 4–5 November 2025 – Sekolah Pascasarjana Universitas Gadjah Mada (UGM) menyelenggarakan The 13th International Graduate Students and Scholars’ Conference in Indonesia (IGSSCI) pada 4–5 November 2025 dengan tema “Navigating the Future: Strengthening Resilience Through Glocal Collaboration Toward World Peace.” Konferensi internasional ini mempertemukan mahasiswa pascasarjana dan peneliti dari berbagai negara untuk saling bertukar gagasan mengenai isu ketahanan, keberlanjutan, dan perdamaian.
Tahun ini, IGSSCI ke-13 dipimpin oleh Dody Wibowo, S.I.P., M.A., Ph.D., Ketua Jaminan Mutu minat Perdamaian dan Resolusi Konflik (MPRK) UGM. Di bawah koordinasinya, kegiatan berlangsung dengan lancar dan menghadirkan ruang diskusi yang dinamis serta kolaboratif. Dody menekankan bahwa konferensi ini merupakan wadah penting untuk mendiskusikan masalah-masalah lokal dan global lintas disiplin serta memperkuat jaringan karena masalah-masalah tersebut memerlukan kerja sama antar bidang dan antar level.
Mahasiswa MPRK UGM turut mengambil peran dalam IGSSCI ke-13 sebagai Liaison Officer (LO) bagi para pembicara dan tamu internasional. Para mahasiswa mendampingi narasumber sejak kedatangan di Bandara Yogyakarta International Airport (YIA), membantu kebutuhan komunikasi, serta memastikan kenyamanan mereka selama mengikuti rangkaian kegiatan. Kehadiran LO bukan sekadar aspek teknis acara, tetapi juga ruang praktik nyata bagi mahasiswa MPRK UGM untuk menerapkan cara berkomunikasi yang inklusif, menghargai keragaman, dan menjaga suasana kondusif sebagai nilai-nilai kunci dalam pembelajaran perdamaian.
Bagi mahasiswa MPRK UGM, pengalaman menjadi LO membuka kesempatan untuk berinteraksi dengan akademisi internasional, mempraktekkan etika diplomasi, serta memahami dinamika perbedaan budaya dalam konteks nyata. Pengalaman ini melengkapi proses belajar mereka di kelas, terutama dalam aspek peacebuilding, komunikasi lintas budaya, dan keterampilan resolusi konflik yang aplikatif. Salah satu mahasiswa menyampaikan bahwa keterlibatan mereka membuat teori yang dipelajari
menjadi lebih hidup karena langsung dipraktekkan dalam situasi profesional dan multikultural.
Konferensi ini diwarnai dengan diskusi interdisipliner yang meliputi isu ketahanan pangan, perubahan iklim, kesehatan masyarakat, digitalisasi, pendidikan perdamaian, hingga tata kelola keberlanjutan. Kehadiran pembicara kunci dari Jepang, Prof. Hirobumi Takenouchi, turut memperkaya pembahasan mengenai pentingnya kemitraan global-lokal dalam memperkuat kapasitas masyarakat menghadapi ketidakpastian dunia.
Selama dua hari penyelenggaraan, IGSSCI ke-13 tidak hanya menjadi ruang pertukaran pengetahuan ilmiah, tetapi juga wadah pembelajaran praktik bagi mahasiswa MPRK. Perpaduan antara kegiatan akademik dan peran LO menjadikan konferensi ini pengalaman berharga yang memperkuat nilai-nilai perdamaian yang mereka pelajari. Dengan kolaborasi antara panitia, peserta, dan mahasiswa, IGSSCI ke-13 kembali menegaskan komitmen UGM untuk membangun jejaring internasional yang mendorong masa depan berketahanan dan berkeadilan.
Penulis: Elisa Cahya Kristiana
Editor: Burhanul Aqil


