
Yogyakarta, 11 November 2025 — Sesi Lead-teracy Talk menjadi rangkaian inspiratif dalam Leadership Day 2025 yang diselenggarakan Sekolah Pascasarjana Universitas Gadjah Mada (SPs UGM) melalui program Magister dan Doktor Kepemimpinan dan Inovasi Kebijakan (MDKIK) bersama Keluarga Alumni Magister dan Doktor Kepemimpinan dan Inovasi Kebijakan (Kapimgama).
Dalam sesi ini, dilakukan peluncuran buku dari dua alumni Program Doktor Kepemimpinan dan Inovasi Kebijakan (DKIK) Sekolah Pascasarjana UGM, yaitu Dr. Ir. Lasarus Bambang S, General Manager Departemen Pengembangan Bisnis PT Adhi Karya, dan Dr. Tommy Andri Wardhana, Founder PT Sinergi Cakra Nusantara, Founder PT Ecoled Indonesia & PT KAIA Agro Semesta.
Moderator membuka sesi dengan pertanyaan mengenai nilai dan keunikan buku-buku tersebut. Menanggapi hal itu, Dr. Ir. Lasarus Bambang dengan bukunya yang berjudul “Ijarah Muntahiyah Bittamlik (IMBT): Inovasi Pembiayaan Syariah Proyek Infrastruktur”, menjelaskan bahwa bukunya merupakan hasil riset tentang pembiayaan infrastruktur yang berkelanjutan dan relevan dengan konteks syariah dan pembangunan nasional saat ini. “Buku ini adalah buku referensi berdasarkan penelitian disertasi KIK,” jelasnya.
Ia mengungkapkan alasan utama penyusunan buku tersebut adalah karena pembangunan infrastruktur di Indonesia terus berkembang, sementara pembiayaan yang tersedia masih terbatas. “Pembangunan infrastruktur saat ini tanpa batas, tapi biaya terbatas. Karena itu dibutuhkan skema pembiayaan yang fleksibel dan inovatif,” ujarnya. Ia menegaskan bahwa salah satu solusi yang ditawarkan dalam buku ini adalah penerapan skema ijarah muntahabiah bi tamlik (IMBT) sebagai model pembiayaan infrastruktur berbasis syariah.
Sementara itu, Dr. Tommy Andri Wardhana memperkenalkan bukunya yang berjudul “Kemitraan Passive Franchise Untuk Kemajuan Koperasi Indonesia”, mengulas tentang konsep kemitraan franchise aktif-pasif, sebuah model kemitraan bisnis yang menyeimbangkan peran pemilik merek dan mitra pelaksana. “Buku ini menjelaskan tentang kemitraan franchise aktif-pasif,” ujarnya singkat. Ia menegaskan bahwa buku tersebut menyajikan aspek teknis secara lengkap untuk membantu pembaca memahami mekanisme dan penerapan kemitraan franchise yang saling menguntungkan.
Kedua penulis menutup sesi dengan harapan agar karya mereka dapat menjadi rujukan praktis bagi para pengambil kebijakan dan pelaku industri dalam mengembangkan model pembangunan yang berkelanjutan dan kolaboratif.
Sesi Lead-teracy Talk membawa pesan yang kuat: pengetahuan akademik tidak berhenti di ruang kelas, tetapi harus dihidupkan dalam praktik nyata untuk menjawab tantangan bangsa. Melalui kegiatan ini, Sekolah Pascasarjana UGM, khususnya Program MDKIK, kembali menunjukkan perannya sebagai ruang lahirnya gagasan transformatif — tempat di mana penelitian menjadi sumber inspirasi dan solusi bagi pembangunan Indonesia yang berkeadilan dan berkelanjutan.
Penulis : Naufal Sabda Auliya dan Rosyida Indah Mawarni
Editor: Arfikah Istari