
Yogyakarta, 24 Februari 2026 — Dr. Umi Listyaningsih, S.Si., M.Si., dari Program Studi Doktor Kependudukan, Sekolah Pascasarjana Universitas Gadjah Mada (SPs UGM), mengungkapkan bahwa Generasi Z menunjukkan cara pandang yang semakin rasional dalam menentukan ukuran keluarga ideal. Temuan tersebut diperoleh melalui penelitian berjudul “Persepsi Remaja tentang Keluarga Berencana dan Jumlah Anak Ideal” yang dilakukan pada siswa sekolah menengah atas di ibu kota kabupaten/kota Provinsi Daerah Istimewa Yogyakarta. Penelitian ini merupakan bagian dari Hibah Penelitian Sekolah Pascasarjana UGM Tahun Anggaran 2025 yang dilaksanakan mulai bulan Maret hingga November 2025.
Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dan diperdalam melalui diskusi kelompok terarah (FGD) bersama mahasiswa semester awal serta perwakilan pembuat kebijakan dari Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional (BKKBN). Kajian ini sejalan dengan upaya pencapaian Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (SDGs), khususnya yang berkaitan dengan kesehatan, pendidikan, dan kesejahteraan keluarga.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa keputusan mengenai jumlah anak tidak lagi didominasi oleh tradisi atau tekanan sosial. Generasi Z mempertimbangkan secara matang aspek ekonomi, kesiapan menjalankan peran pengasuhan, serta tanggung jawab orang tua dalam memenuhi kebutuhan anak.
Menurut Dr. Umi Listyaningsih, pergeseran cara pandang ini menunjukkan kematangan generasi muda dalam memaknai keluarga. “Generasi Z tidak lagi semata-mata mengikuti norma tradisional dalam menentukan jumlah anak. Mereka mempertimbangkan kualitas pengasuhan, kesiapan finansial, dan keseimbangan kehidupan keluarga sebagai faktor utama dalam menentukan ukuran keluarga ideal,” jelasnya.
Mereka berpandangan bahwa jumlah anak yang lebih sedikit memungkinkan orang tua memberikan perhatian, pendidikan, dan kualitas pengasuhan yang lebih optimal, sehingga mendukung tumbuh kembang anak secara menyeluruh. Selain itu, kebahagiaan orang tua dipersepsikan sebagai faktor penting dalam keberlanjutan rumah tangga.
Generasi Z juga menyadari pentingnya menjaga kualitas hubungan perkawinan serta keseimbangan antara pekerjaan dan kehidupan keluarga. Oleh karena itu, ukuran keluarga ideal dipilih agar tidak menimbulkan tekanan berlebih yang berpotensi mengganggu keharmonisan rumah tangga maupun kesehatan mental orang tua. Perspektif ini selaras dengan prinsip SDG 3 tentang kehidupan sehat dan sejahtera.
Secara keseluruhan, persepsi Generasi Z terhadap keluarga ideal mencerminkan orientasi pada pengasuhan berkualitas, kesejahteraan keluarga, kesetaraan peran, dan kebahagiaan bersama. Temuan ini memberikan masukan penting bagi perumusan kebijakan kependudukan dan program keluarga berencana, khususnya dalam merancang pendekatan yang relevan dengan nilai dan cara berpikir generasi muda guna mendukung pembangunan keluarga yang berkelanjutan.
Sumber: Umi Listyaningsih
Editor: Asti Rahmaningrum
Foto: Umi Listyaningsih