Sekolah Pascasarjana Universitas Gadjah Mada (SPs UGM) bekerja sama dengan Departemen Ekonomi dan Keuangan Syariah Bank Indonesia (DEKS-BI) menyelenggarakan Focus Group Discussion (FGD) Pemberdayaan Ekonomi Berbasis Masjid pada Selasa (20/1) di Ruang Sidang A Lantai 5 SPs UGM. Kegiatan ini merupakan bagian dari pilot project Program Pemberdayaan Ekonomi Berbasis Masjid yang bertujuan memperkuat peran masjid tidak hanya sebagai pusat ibadah, tetapi juga sebagai wahana kegiatan sosial dan penggerak ekonomi umat.
FGD ini dilaksanakan berdasarkan Kontrak Kerja Sama yang telah terjalin antara SPs UGM dengan DEKS-BI. Studi SPs UGM, takmir Masjid Miniatur Baiturrahman Aceh (Bantul), Masjid Ar-Rohmah (Klaten), dan Masjid Al-Falah (Sragen), pengurus LazisMu, serta Pimpinan Daerah Muhammadiyah dari masing-masing kabupaten hadir aktif dalam FGD.
Dekan Sekolah Pascasarjana UGM, Prof. Ir. Siti Malkhamah, M.Sc., Ph.D., dalam sambutannya menyampaikan harapan agar inisiatif pemberdayaan ekonomi berbasis masjid dapat terus berlanjut dan berkembang secara berkesinambungan. Ia menegaskan bahwa meskipun kerja sama formal memiliki batas waktu, semangat kolaborasi dan implementasi program di tingkat masjid diharapkan tetap berjalan dan memberi dampak nyata bagi jamaah.
Pengantar FGD disampaikan oleh Dr. Dumairy, M.A., yang menekankan pentingnya masjid memiliki peta jalan (roadmap) menuju kemandirian keuangan, ramah-jamaah, serta kesiapan menggerakkan ekonomi umat. Dalam konteks ini, masjid didorong untuk mampu membiayai kebutuhan operasionalnya secara mandiri, mengelola dana umat secara akuntabel, serta menjadi simpul pengembangan usaha jamaah melalui pembentukan dan penguatan Badan Usaha Milik Masjid (BUMM).
Sesi utama FGD diisi dengan paparan dan masukan dari para perwakilan takmir masjid, LazisMu, dan Pimpinan Daerah Muhammadiyah dari Bantul, Klaten, dan Sragen. Para peserta berbagi pengalaman, praktik baik, serta tantangan dalam pengelolaan keuangan masjid, pemeliharaan muzakki, pemberdayaan mustahik, pengembangan unit usaha, hingga pemanfaatan media digital untuk memperluas jangkauan dan dampak program.
Melalui diskusi interaktif, masing-masing perwakilan diharapkan menyampaikan ide-ide inovatif dan peluang usaha yang dapat dikembangkan berbasis potensi masjid dan jamaah. Masukan-masukan tersebut menjadi bahan penting untuk melengkapi dan menyempurnakan temuan awal Tim Studi SPs UGM, sekaligus merumuskan langkah strategis ke depan.
FGD ini diharapkan menghasilkan rekomendasi konkret dan aplikatif guna memperkuat peran masjid sebagai pusat pemberdayaan ekonomi umat yang berkelanjutan, inklusif, dan adaptif terhadap perkembangan zaman.
Penulis: Arfikah Istari



