Program Studi Doktor Kajian Budaya dan Media (KBM), Sekolah Pascasarjana, Universitas Gadjah Mada, menyelenggarakan kegiatan Discussion Series dengan topik “Urban Heritage sebagai Komoditas Wisata” pada Kamis, 5 Maret 2026. Kegiatan yang dilaksanakan secara daring melalui platform Zoom Meeting ini diikuti oleh mahasiswa Program Studi Kajian Budaya dan Media, sivitas akademika, serta peserta yang memiliki minat terhadap kajian budaya urban, pariwisata, dan pengelolaan warisan budaya di kawasan perkotaan.
Kegiatan Discussion Series ini menghadirkan Dr. Ir. Muhamad, S.T., M.T., IPU., ASEAN Eng, dosen Program Studi Pariwisata Sekolah Pascasarjana UGM, sebagai narasumber. Diskusi dipandu oleh Rina Widiastuti, S.S., M.A. yang bertindak sebagai moderator. Melalui forum diskusi ini, peserta diajak untuk mendalami berbagai perspektif mengenai bagaimana warisan kota (urban heritage) dipahami, dikelola, serta dimanfaatkan dalam konteks perkembangan industri pariwisata dan dinamika budaya perkotaan.
Dalam pemaparannya, narasumber menjelaskan bahwa urban heritage tidak hanya merujuk pada bangunan atau kawasan bersejarah yang memiliki nilai historis, tetapi juga mencakup berbagai praktik sosial, budaya, dan memori kolektif yang melekat pada ruang kota. Seiring dengan meningkatnya minat terhadap wisata budaya, berbagai elemen warisan kota kerap dikemas dan dipromosikan sebagai daya tarik wisata yang memiliki nilai ekonomi.
Lebih lanjut dijelaskan bahwa proses komodifikasi warisan kota merupakan fenomena yang tidak terpisahkan dari dinamika pembangunan perkotaan dan perkembangan sektor pariwisata. Dalam banyak kasus, kawasan bersejarah mengalami transformasi menjadi ruang wisata yang menarik bagi pengunjung, baik melalui revitalisasi kawasan, pengembangan destinasi wisata budaya, maupun penguatan narasi sejarah dan identitas lokal.
Namun demikian, pemanfaatan urban heritage sebagai komoditas wisata juga menghadirkan berbagai tantangan. Salah satu tantangan utama adalah bagaimana menjaga keseimbangan antara kepentingan pelestarian nilai sejarah dan budaya dengan kebutuhan pengembangan ekonomi melalui sektor pariwisata. Tanpa pengelolaan yang tepat, komodifikasi warisan kota berpotensi menggeser makna historis dan nilai autentik dari ruang budaya tersebut.
Diskusi dalam kegiatan ini juga menyoroti pentingnya pendekatan yang berkelanjutan dalam pengelolaan kawasan warisan kota. Kolaborasi antara pemerintah, masyarakat, akademisi, serta pelaku industri pariwisata menjadi faktor penting dalam memastikan bahwa pengembangan pariwisata berbasis urban heritage tetap memperhatikan aspek pelestarian budaya, keberlanjutan lingkungan, serta kesejahteraan masyarakat lokal.
Melalui kegiatan Discussion Series ini, Program Studi Doktor Kajian Budaya dan Media Sekolah Pascasarjana UGM berupaya menghadirkan ruang dialog akademik yang terbuka bagi mahasiswa dan sivitas akademika untuk mendiskusikan berbagai isu kontemporer dalam kajian budaya dan media. Forum diskusi semacam ini diharapkan dapat memperkaya perspektif akademik, memperkuat tradisi intelektual, serta mendorong pengembangan penelitian yang relevan dengan dinamika sosial dan budaya di masyarakat.
Kegiatan ini merupakan bagian dari upaya berkelanjutan Program Studi Doktor Kajian Budaya dan Media Sekolah Pascasarjana UGM dalam mendorong pertukaran gagasan lintas disiplin serta memperluas pemahaman kritis mengenai berbagai fenomena budaya, termasuk dinamika budaya urban dan praktik-praktik komodifikasi budaya dalam konteks masyarakat kontemporer.
Penulis: Khoirul Mujazanah



