Tim dari UGM Raih Silver Medal dalam Forum 2nd International Student Summit yang digelar hasil kolaborasi antara Sentosa Foundation, Insan USIM (Universiti Sains Islam Malaysia), serta World Associations of Young Scientists (WAYS) di Kuala Lumpur Malaysia pada 14-15 Februari 2026.
Pada kegiatan tersebut, tim delegasi Indonesia yang berasal dari UGM terdiri atas Muthia Nurul Makhfirah (Prodi Magister Kajian Pariwisata Sekolah Pascasarjana). Mukhlis Ibrahim (Fakultas Pertanian), Tirta Pandu Winata (Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik/FISIPOL.
Ajang ini menjadi ruang kompetitif sekaligus kolaboratif bagi para mahasiswa untuk menguji gagasan inovatif mereka dalam menjawab tantangan global, khususnya di bidang keberlanjutan. Forum ilmiah bergengsi ini mempertemukan mahasiswa dari enam negara untuk mempresentasikan inovasi berbasis riset yang berkontribusi pada pembangunan berkelanjutan.
Tim tersebut berpartisipasi dalam kategori Essay and Innovation Competition bersama tim dengan mengusung karya ilmiah berjudul “SAFE-BOX (Sustainable Agro-Food Enhancement): A Technology Innovation of Heavy Metal Absorption and Pesticide Residue and Non-Electric Fruit Coolant Using Storage Systems as an Effort in Improving Food Sustainability in Indonesia)”.
Melalui inovasi SAFE-BOX, tim berhasil meraih Silver Medal pada kategori inovasi pertanian berkelanjutan. Karya ini berfokus pada pengembangan sistem penyimpanan hasil pertanian yang mampu menyerap logam berat dan mengurangi residu pestisida, serta dilengkapi teknologi pendingin buah tanpa listrik yang ramah lingkungan.
Inovasi SAFE-BOX dirancang sebagai solusi atas permasalahan keamanan pangan dan ketahanan pascapanen di Indonesia. Dengan memanfaatkan material bio-adsorben alami serta sistem penyimpanan berkelanjutan, teknologi ini diharapkan dapat meningkatkan kualitas dan keamanan produk hortikultura sekaligus menekan dampak lingkungan akibat penggunaan pestisida dan paparan logam berat. Keunggulan inovasi ini terletak pada pendekatannya yang sederhana, aplikatif, serta berpotensi diterapkan di berbagai wilayah pertanian, khususnya pada skala desa.
Sebagai mahasiswa Kajian Pariwisata, Mutia menekankan bahwa “Inovasi ini tidak hanya relevan bagi sektor pertanian, tetapi juga memiliki keterkaitan strategis dengan pengembangan desa wisata dan agrowisata berkelanjutan”, Ujarnya. Mutia menambahkan bahwa Penerapan SAFE-BOX pada desa wisata berbasis pertanian dinilai mampu meningkatkan kualitas produk lokal yang dikonsumsi maupun dipasarkan kepada wisatawan, sekaligus memperkuat citra destinasi sebagai kawasan yang mengedepankan prinsip keberlanjutan dan keamanan pangan. Integrasi antara inovasi pertanian dan pariwisata ini diharapkan dapat mendorong peningkatan daya saing destinasi sekaligus mendukung pencapaian Sustainable Development Goals (SDGs), khususnya pada aspek ketahanan pangan dan konsumsi-produksi yang bertanggung jawab.
Keberhasilan meraih Silver Medal dalam forum internasional ini tidak hanya menjadi pencapaian akademik, tetapi juga mencerminkan komitmen mahasiswa UGM dalam menghadirkan solusi inovatif yang berdampak nyata bagi masyarakat. Partisipasi aktif dalam forum ilmiah internasional turut memperluas jejaring kolaborasi lintas negara serta memperkuat posisi mahasiswa Indonesia dalam percaturan inovasi global.
Prestasi ini diharapkan menjadi motivasi bagi mahasiswa lainnya untuk terus berkontribusi melalui riset dan inovasi yang relevan dengan kebutuhan masyarakat serta tantangan pembangunan berkelanjutan di masa depan.
Penulis:Mutia Nurul Makhfirah
Editor: Arni Wistriatun

