
Yogyakarta, 12 Januari 2026 – Dusun Krecek, Desa Getas, Kecamatan Kaloran, Kabupaten Temanggung, Jawa Tengah, menjadi contoh menarik integrasi antara praktik keagamaan dan upaya pelestarian lingkungan. Mayoritas penduduknya yang beragama Buddha memadukan ritual spiritual dengan nilai-nilai ekologis dalam kehidupan sehari-hari.
Fenomena tersebut terungkap dalam penelitian berjudul “Decolonizing Buddhism: Local Agency and Ecospiritual Practices” yang dilakukan pada tahun 2025 oleh Dr. Yulianti, dosen Program Studi Magister Agama dan Lintas Budaya, Sekolah Pascasarjana Universitas Gadjah Mada (SPs UGM). Penelitian ini menunjukkan bahwa praktik keagamaan masyarakat Dusun Krecek tidak hanya berfungsi sebagai sarana ibadah, tetapi juga mengandung makna ekologis yang kuat. Penelitian dilakukan melalui observasi lapangan, wawancara dengan warga, serta studi dokumen sejarah lokal.
Perayaan Waisak di Dusun Krecek dipraktikkan sebagai bentuk ekologi ritual yang mengintegrasikan ajaran Buddha dengan tradisi Jawa, seperti selamatan, nyadran, dan mujut. Tradisi-tradisi tersebut tidak ditinggalkan, melainkan diberi makna baru dalam kerangka Buddhisme. Dr. Yulianti menilai bahwa proses ini menunjukkan agensi lokal masyarakat dalam menafsirkan ajaran agama. “Tradisi Jawa tetap dipertahankan dan diberi makna baru dalam kerangka Buddhisme, sehingga membentuk kesadaran spiritual kolektif yang berkontribusi pada pelestarian ekosistem lokal,” jelasnya.
Dusun Krecek dihuni oleh 218 jiwa yang tersebar dalam 86 rumah tangga. Sejak konversi massal ke agama Buddha pada dekade 1960–1970-an, masyarakat setempat mampu mengadaptasi nilai-nilai religius untuk mendukung keberlanjutan sektor pertanian, khususnya dalam budidaya kopi dan sayuran.
Upaya pelestarian lingkungan juga diwujudkan melalui penyakralan pohon dan mata air lewat berbagai ritual keagamaan. Praktik ini menunjukkan bahwa agama dapat berperan langsung dalam membentuk perilaku ekologis masyarakat pedesaan. “Penyakralan alam melalui ritual menjadi mekanisme sosial yang efektif untuk menjaga sumber daya alam tetap lestari,” tutur Dr. Yulianti.
Meski demikian, penelitian ini juga mencatat adanya tantangan, terutama dalam proses pewarisan nilai dan tradisi kepada generasi muda. Namun secara keseluruhan, masyarakat Dusun Krecek telah menerapkan prinsip-prinsip keberlanjutan yang sejalan dengan Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (SDGs), khususnya poin 13 tentang penanganan perubahan iklim dan poin 15 tentang perlindungan ekosistem daratan.
Source: Yulianti
Editor: Asti Rahmaningrum
Photo: Yulianti