Yogyakarta, 12 Januari 2026 — Minat Studi Magister Pengelolaan Lingkungan Sekolah Pascasarjana Universitas Gadjah Mada (SPS UGM) sukses menyelenggarakan Webinar NEXUS (Network & Environmental eXchange for Up-skilling in Sustainability) sebagai bagian dari upaya akademik dalam merespons kompleksitas tantangan pembangunan berkelanjutan. Webinar yang diselenggarakan secara daring melalui zoom meeting ini diikuti oleh peserta yang berasal dari kalangan akademisi, praktisi, serta mahasiswa.
Penyelenggaraan Webinar NEXUS dilatarbelakangi oleh semakin menguatnya tekanan global akibat perubahan iklim, degradasi lingkungan, serta ketimpangan sosial yang berdampak langsung pada kualitas hidup masyarakat dan arah pembangunan nasional. Webinar ini dirancang sebagai ruang refleksi dan pertukaran gagasan untuk memperkuat pemahaman bahwa keberlanjutan bukan semata isu lingkungan, melainkan hasil dari interaksi erat antara dimensi lingkungan, sosial, dan tata kelola (Environmental, Social, and Governance/ESG).
Rangkaian webinar menghadirkan narasumber dari berbagai latar belakang strategis yang memberikan perspektif komplementer. Prof. Dr. Lutfi Muta’ali, S.Si., M.T. dari Universitas Gadjah Mada menekankan pentingnya transformasi Program Pemberdayaan Masyarakat (PPM) dari pendekatan yang bersifat administratif dan kepatuhan regulasi menuju Corporate Social Innovation (CSI) berbasis geospasial. Menurutnya, pendekatan ini memungkinkan perusahaan dan institusi untuk merancang program pemberdayaan yang lebih tepat sasaran, berbasis data spasial, serta mampu menciptakan shared value bagi masyarakat dan korporasi.
Pendekatan geospasial dalam CSI dinilai memiliki potensi besar dalam meningkatkan efektivitas intervensi pembangunan, terutama dalam konteks wilayah dengan karakteristik sosial dan lingkungan yang beragam. Integrasi data spasial dengan aspek ESG juga memperkuat daya dukung pengambilan keputusan berbasis bukti (evidence-based policy), sehingga program keberlanjutan dapat memberikan dampak jangka panjang yang terukur.
Sementara itu, apt. Hidayat Setiadji, M.Si. dari PT Bio Farma memaparkan pengalaman dan strategi perusahaan dalam mengintegrasikan prinsip keberlanjutan ke dalam strategi inti bisnis. Ia menegaskan bahwa ESG bukan sekadar kewajiban pelaporan, melainkan instrumen strategis untuk memperkuat daya saing perusahaan, membangun kepercayaan pemangku kepentingan, serta menjaga keberlanjutan usaha dalam jangka panjang.
Pada sesi berikutnya, Ir. Saprian, S.T., M.Sc., M.T., IPM., ASEAN Eng., Founder dan CEO Environesia Group, menyoroti urgensi pengelolaan lingkungan yang strategis di tengah krisis iklim global. Ia menegaskan bahwa isu lingkungan telah bergeser dari sekadar kewajiban kepatuhan menjadi faktor penentu keberlanjutan bisnis dan kesiapan tenaga kerja.
Melalui diskusi yang interaktif dan berbasis studi kasus, Webinar NEXUS diharapkan dapat meningkatkan pemahaman konseptual peserta. Selain itu, NEXUS juga dirancang sebagai fondasi jejaring keberlanjutan yang berkelanjutan
Penulis : Siti Muyasaroh




