
Yogyakarta, 12 Januari 2026 – Tim Hibah Penelitian Minat Studi Ekonomi Islam Sekolah Pascasarjana Universitas Gadjah Mada (SPs UGM) melakukan penelitian yang mengkaji peluang peningkatan produktivitas padi untuk ketahanan pangan di Kabupaten Sleman, Daerah Istimewa Yogyakarta. Penelitian ini dipimpin oleh Prof. Dr. Catur Sugiyanto, M.A., Ph.D., bersama anggota tim Dr. Duddy Roesmara Donna, S.E., M.Sc., Nurfitri Harkunti Kemala Hayati, S.E., M.A., dan Amelia Fitri Harahap, S.E.
Penelitian ini berangkat dari fenomena stagnasi produktivitas padi di Sleman dalam beberapa tahun terakhir, meskipun wilayah tersebut memiliki potensi ekologis yang besar, terutama tanah vulkanik Merapi yang subur dan infrastruktur pertanian yang relatif berkembang. Tekanan perubahan iklim, pergeseran pola musim, serta dinamika sosial-ekonomi dinilai menjadi faktor utama yang menyebabkan sektor pangan belum beroperasi secara optimal.
Tujuan utama penelitian ini adalah mengidentifikasi strategi peningkatan produktivitas padi serta peran kelompok tani dan Penyuluh Pertanian Lapangan (PPL) dalam mendukung kinerja usaha tani. Data dikumpulkan melalui survei kuesioner kepada petani dan PPL, serta wawancara mendalam dengan ketua kelompok tani dan PPL di 17 kapanewon di Kabupaten Sleman. Proses pengumpulan data dilakukan melalui kerja sama dengan Dinas Pertanian, Pangan, dan Perikanan Kabupaten Sleman, yang memberikan dukungan penuh sehingga data yang diperoleh bersifat komprehensif dan representatif.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa produktivitas padi di Sleman masih dapat ditingkatkan secara signifikan tanpa penambahan input produksi seperti pupuk, pestisida, atau tenaga kerja. Berdasarkan analisis teknis menggunakan metode Data Envelopment Analysis (DEA), rata-rata petani baru mencapai sekitar 78 persen dari tingkat efisiensi optimal. Artinya, masih terdapat ruang perbaikan melalui efisiensi penggunaan input dan manajemen usaha tani yang lebih baik.
Pemborosan ditemukan pada beberapa aspek utama, antara lain penjadwalan tenaga kerja yang kurang efektif, penggunaan pupuk dan pestisida yang melebihi kebutuhan, serta pengelolaan modal awal tanam yang belum terencana. Selain itu, perbedaan kondisi wilayah, terutama ketersediaan irigasi dan keaktifan kelompok tani, turut memengaruhi tingkat efisiensi antar-kapanewon.
Ketua tim peneliti, Prof. Dr. Catur Sugiyanto, menegaskan bahwa peningkatan produktivitas tidak selalu identik dengan penambahan input. “Yang dibutuhkan adalah cara kerja yang lebih tepat, efisien, dan didukung oleh kelembagaan yang kuat. Pendekatan ini jauh lebih berkelanjutan bagi petani maupun lingkungan,” ujarnya.
Secara keseluruhan, penelitian ini menegaskan bahwa masa depan ketahanan pangan di Kabupaten Sleman sangat bergantung pada peningkatan efisiensi, penguatan kapasitas manajerial petani, serta ketangguhan kelembagaan lokal dalam menghadapi tantangan perubahan iklim dan tekanan ekonomi.
Sumber: Catur Sugiyanto
Editor: Asti Rahmaningrum
Foto: Catur Sugiyanto