• Tentang UGM
  • Simaster
  • Perpustakaan
  • IT Center
  • Webmail
  • Informasi Publik
  • Bahasa Indonesia
    • Bahasa Indonesia
    • English
Universitas Gadjah Mada SEKOLAH PASCASARJANA
UNIVERSITAS GADJAH MADA
  • Beranda
  • Tentang Kami
    • Tentang Kami
    • Posisi
    • Keunggulan
    • Struktur Organisasi
    • Layanan dan Fasilitas
    • Kehidupan Kampus
    • Kontak
  • PPID
    • Informasi Publik
      • Informasi yang Wajib Disediakan dan Diumumkan secara Berkala
      • Informasi Tersedia Setiap Saat
      • Daftar Informasi Dikecualikan
    • Layanan Informasi
      • Alur dan Prosedur Permohonan Informasi
      • Alur dan Prosedur Pengajuan Keberatan atas Informasi
      • Prosedur dan Tatacara Penyelesaian Sengketa
      • Maklumat Pelayanan Informasi Publik
  • Akademik
    • Pengumuman
    • Dokumen Akademik
    • Kalender Akademik
  • Admisi
    • Program Studi
    • Beasiswa
    • Syarat Pendaftaran
    • Prosedur Pendaftaran
    • Biaya Pendidikan (UKT)
    • Registrasi
  • Kegiatan
    • Agenda
    • Berita
    • Penelitian
    • Pengabdian Masyarakat
  • Survei Layanan
  • Beranda
  • Berita
  • Minat Studi Ekonomi Islam Sekolah Pascasarjana UGM Kaji Peluang Peningkatan Produktivitas Padi untuk Ketahanan Pangan di Kabupaten Sleman

Minat Studi Ekonomi Islam Sekolah Pascasarjana UGM Kaji Peluang Peningkatan Produktivitas Padi untuk Ketahanan Pangan di Kabupaten Sleman

  • Berita
  • 2 Januari 2026, 08.03
  • Oleh: pudji_w
  • 0

Tim Hibah Penelitian Minat Studi Ekonomi Islam Sekolah Pascasarjana Universitas Gadjah Mada melakukan penelitian yang mengkaji peluang peningkatan produktivitas padi untuk ketahanan pangan di Kabupaten Sleman, Provinsi Daerah Istimewa Yogyakarta. Penelitian ini dipimpin oleh Prof. Dr. Catur Sugiyanto., M.A., Ph.D., bersama anggota tim Dr. Duddy Roesmara Donna, S.E., M.Sc., Nurfitri Harkunti Kemala Hayati, S.E., M.A., dan Amelia Fitri Harahap, S.E.

Penelitian ini berangkat dari fenomena stagnasi produktivitas padi di Sleman dalam beberapa tahun terakhir, sebuah kondisi yang bertolak belakang dengan potensi ekologis kedua wilayah tersebut. Sleman, dengan tanah vulkanik Merapi yang subur dan infrastruktur pertanian relatif berkembang. Namun, tekanan perubahan iklim, pergeseran pola musim, dan dinamika sosial-ekonomi membuat kinerja sektor pangan di kedua kabupaten ini berjalan di bawah kapasitas optimalnya.

Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi strategi peningkatan produktivitas padi serta peran kelompok tani dan Penyuluh Pertanian Lapangan (PPL) dalam meningkatkan produktivitas padi di Kabupaten Sleman. Data dikumpulkan melalui kuesioner yang disebarkan kepada petani dan PPL, serta wawancara mendalam dengan ketua kelompok tani dan PPL di Kabupaten Sleman.

Tim peneliti bekerja sama dengan Dinas Pertanian, Pangan, dan Perikanan Kabupaten Sleman dalam pengumpulan data dan koordinasi dengan kelompok tani yang tersebar di 17 Kapanewon di Kabupaten Sleman. Kerja sama ini berjalan dengan baik; dinas terkait memberikan dukungan penuh, dan juga diterima dengan baik oleh para responden, sehingga memungkinkan pengumpulan data yang komprehensif dan representatif.

Hasil penelitian mengungkap bahwa produktivitas padi di Kabupaten Sleman sebenarnya masih bisa ditingkatkan secara signifikan tanpa harus menambah penggunaan pupuk, pestisida, atau tenaga kerja. Kuncinya adalah penggunaan input yang lebih efisien dan manajemen usaha tani yang lebih baik. Dari survei kepada petani dan penyuluh, serta analisis teknis menggunakan metode Data Envelopment Analysis (DEA), ditemukan bahwa rata-rata petani baru mencapai 78% dari kemampuan terbaik mereka dalam mengelola lahan dan input produksi. Dengan kata lain, masih ada potensi peningkatan hasil panen tanpa tambahan biaya produksi yang besar.

Sejumlah pemborosan ditemukan pada empat aspek utama: tenaga kerja yang tidak terjadwal dengan baik, pupuk yang diberikan melebihi dosis ideal, pestisida yang digunakan tanpa memperhatikan ambang serangan hama, serta pengeluaran modal pada tahap awal tanam yang tidak terencana. Perbedaan kondisi antarwilayah juga memengaruhi efisiensi. Daerah seperti Moyudan—yang memiliki irigasi lebih baik dan kelompok tani aktif—menunjukkan hasil lebih efisien dibanding wilayah seperti Godean yang masih menghadapi keterbatasan air dan pendampingan teknis.

Temuan DEA menghasilkan arah kebijakan yang bersifat operasional dan dapat segera diimplementasikan di level petani maupun pemerintah daerah. Ada empat strategi prioritas yang dapat dikembangkan: 1)Optimalisasi tenaga kerja berbasis kebutuhan lahan: Perencanaan waktu kerja dan mekanisasi tepat guna perlu diperkuat untuk mengurangi pemborosan jam tenaga kerja dan biaya.2) Pemupukan berimbang berbasis rekomendasi lokasi: Penerapan site-specific nutrient management dapat menekan biaya pupuk sekaligus menjaga kesehatan tanah jangka panjang. 3) Pengendalian hama berbasis pengamatan dan ekosistem: Penerapan integrated pest management (IPM)/Pengendalian Hama Terpadu membantu menekan penggunaan pestisida yang berlebihan namun tetap menjaga ketahanan tanaman terhadap OPT. 4)   Disiplin penggunaan modal kerja dan edukasi cost–benefit: Petani perlu didukung untuk melakukan pencatatan usaha tani dan evaluasi biaya agar pengeluaran pra-tanam lebih terarah.

Prof. Dr. Catur Sugiyanto selaku ketua tim menegaskan bahwa meningkatkan produktivitas bukan berarti selalu menambah input. “Yang diperlukan adalah cara kerja yang lebih tepat dan dukungan kelembagaan yang lebih kuat. Itu jauh lebih berkelanjutan bagi petani dan lingkungan,” ujarnya.

Strategi tersebut perlu ditopang oleh reformasi pendukung di sektor hulu: peningkatan fungsi penyuluhan sebagai fasilitator teknologi adaptasi iklim, penguatan kelembagaan kelompok tani sebagai pusat berbagi praktik terbaik, perbaikan prioritas pembangunan irigasi bagi wilayah dengan efisiensi rendah, kebijakan insentif yang mendorong keterlibatan generasi muda.

Keseluruhan hasil penelitian menegaskan bahwa masa depan pangan Sleman tidak bergantung pada intensifikasi input, tetapi pada efisiensi, kapasitas manajerial petani, serta ketangguhan kelembagaan lokal untuk menghadapi variabilitas iklim dan tekanan ekonomi yang semakin meningkat.

Kegiatan ini selaras dengan penerapan SDGs ke Zero Hunger melalui peningkatan produktivitas dan ketahanan pangan, SDGs 8 – Decent Work and Economic Growth melalui efisiensi biaya, peningkatan pendapatan, dan perbaikan struktur tenaga kerja, SDG 12 – Konsumsi dan Produksi yang Bertanggung Jawab: mengurangi pemborosan input pertanian dan penggunaan bahan kimia yang berlebihan, SDG 13 – Climate Action melalui adaptasi iklim berbasis efisiensi dan mitigasi risiko OPT.

Penulis : Prof. Catur

Editor : Ana A. Arni

Tags: SDG 12: Konsumsi dan produksi yang bertanggung jawab SDG 13: Penanganan Perubahan Iklim SDG 8. Pekerjaan Layak dan Pertumbuhan Ekonomi

Recent Posts

  • PSPSR UGM Laksanakan Program Pengabdian “NUSA BUDAYA” di Padukuhan Pringgading Bantul
  • MPRK UGM Perkenalkan Keamanan Manusia dalam Kunjungan Studi UKSW Salatiga
  • Minat Studi Ekonomi Islam Sekolah Pascasarjana UGM Kaji Peluang Peningkatan Produktivitas Padi untuk Ketahanan Pangan di Kabupaten Sleman
  • Wawasan Kritis! Mahasiswa MPRK UGM Kupas Tuntas “Kuratorial dan Editorial Adil Gender” bersama Sastrawan Okky Madasari
  • Asesmen LAMSPAK S2 KBM Berlangsung Padat dan Intensif, Tegaskan Komitmen Mutu Berkelanjutan Sekolah Pascasarjana UGM
Universitas Gadjah Mada
Sekolah Pascasarjana
UNIVERSITAS GADJAH MADA
Jl. Teknika Utara, Pogung, Sinduadi, Mlati, Sleman, Yogyakarta, 55284
Telp. (0274) 544975, 564239
Email : sps@ugm.ac.id

© Universitas Gadjah Mada

KEBIJAKAN PRIVASI/PRIVACY POLICY