
Mahasiswa Magister Kajian Pariwisata (MKP) Sekolah Pascasarjana Universitas Gadjah Mada melaksanakan kegiatan Kuliah Lapangan untuk Mata Kuliah Pariwisata Berbasis Komunitas pada Rabu (10/12). Kuliah lapangan ini dilakukan dengan mengunjungi Desa Ekowisata Pancoh dan Desa Wisata Pulesari, Kecamatan Turi, Kabupaten Sleman. Kegiatan ini diikuti oleh 11 mahasiswa Angkatan 2025 sebagai bagian dari pembelajaran praktik mengenai penerapan community-based development dalam pengelolaan destinasi wisata.
Kuliah lapangan ini menjadi sarana bagi mahasiswa untuk melihat secara langsung bagaimana masyarakat mengelola desa wisata berbasis alam dan budaya lokal. Selama ini, konsep tersebut dipelajari melalui diskusi dan teori di kelas, sehingga kegiatan ini memberikan kesempatan bagi mahasiswa untuk memperdalam pemahaman melalui pengalaman lapangan.
Kegiatan diawali dengan kunjungan ke Desa Ekowisata Pancoh, di mana mahasiswa mendapatkan materi dari Bapak Ngatijan, selaku pengelola desa wisata. Dalam pemaparannya, ia menekankan pentingnya kolaborasi masyarakat dalam menjaga keberlanjutan desa wisata. “Desa wisata hanya bisa berkembang jika masyarakatnya ikut terlibat dan merasa memiliki. Itu kunci utamanya,” ujarnya. Setelah pemaparan, kegiatan dilanjutkan dengan sesi diskusi serta pelaksanaan Snapshoot Assessment Sustainable Tourism Observatories, yang menjadi bagian dari tugas observasi mahasiswa.
Selanjutnya, rombongan bertolak menuju Desa Wisata Pulesari. Mahasiswa mengikuti sesi pemaparan materi oleh Bapak Sarjana, pengelola desa wisata setempat, mengenai pengembangan atraksi berbasis potensi lokal, khususnya komoditas salak, budaya tradisi, serta penerapan prinsip-prinsip destinasi pariwisata berkelanjutan. Kegiatan di Desa Pulesari juga dilengkapi dengan sesi praktik lapangan berupa paket wisata edukasi, termasuk aktivitas memetik salak, belajar budidaya salak, dan mengenal olahan serba salak.
Selama kegiatan, para mahasiswa berkesempatan berdialog langsung dengan pengelola desa untuk mengidentifikasi strategi pengelolaan destinasi wisata yang inklusif dan berkelanjutan. Pembelajaran yang diperoleh akan dituliskan dalam laporan hasil pengamatan sebagai bagian dari penilaian mata kuliah.
Kegiatan ini turut didampingi pengampu mata kuliah, Drs. Hendrie Adji Kusworo, M.Sc., Ph.D. dan Dr. Ir. Muhamad, S.T., M.T., IPU., ASEAN.Eng., yang menegaskan pentingnya pengalaman empiris dalam memahami dinamika destinasi wisata berbasis komunitas.
Melalui kegiatan ini, mahasiswa diharapkan mampu menerapkan konsep community-based development dan menilai implementasinya dalam konteks destinasi pariwisata berkelanjutan sesuai pedoman Permenparekraf Nomor 9 Tahun 2021.
Penulis: Asti Rahmaningrum