Sekolah Pascasarjana (SPs) Universitas Gadjah Mada menyambut kehadiran Duta Besar Republik Turki untuk Indonesia, Yang Mulia Talip Küçükcan, pada 4–5 November 2025. Beliau hadir sebagai salah satu keynote speaker dalam The 13th International Graduate Student and Scholars Conference in Indonesia (IGSSCI) yang mengusung tema “Navigating The Future: Strengthening Resilience Through Glocal Collaboration Towards World Peace.”
Dalam pidatonya, Dubes Talip Küçükcan menekankan pentingnya memperkuat sinergi antara lembaga pendidikan tinggi dan pemerintah berbagai negara dalam menghadapi tantangan global masa depan, seperti perubahan iklim, konflik geopolitik, dan disrupsi teknologi. Ia juga menyoroti nilai glocal collaboration — kolaborasi antara perspektif global dan kearifan lokal — sebagai kunci untuk membangun ketahanan dan menciptakan perdamaian dunia yang berkelanjutan.
Selain menjadi pembicara utama, Dubes Küçükcan juga melakukan pertemuan dengan pimpinan SPs UGM. Dalam pertemuan tersebut dibahas berbagai peluang kerja sama antara SPs UGM dan Pemerintah Turki, khususnya di bidang pendidikan, penelitian, pertukaran akademik, dan penguatan jejaring internasional. Pertemuan ini diharapkan menjadi langkah awal menuju kolaborasi konkret antara kedua institusi dalam mewujudkan tujuan bersama untuk memperkuat perdamaian dan pembangunan global.
Kehadiran Dubes Turki di SPs UGM sekaligus menegaskan komitmen universitas dalam mendukung Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (SDGs), khususnya SDG 16 (Perdamaian, Keadilan, dan Kelembagaan yang Tangguh) serta SDG 17 (Kemitraan untuk Mencapai Tujuan). Melalui kegiatan seperti IGSSCI, SPs UGM terus berperan aktif sebagai ruang dialog akademik lintas negara untuk memperkuat kolaborasi menuju masa depan dunia yang lebih damai dan berkelanjutan.
Penulis: Sri Pangesti Tuhu

