
(Yogya) Dari ruang dialog komunitas hingga mimbar akademik internasional, upaya membangun ekosistem ekonomi halal yang inklusif dan berkelanjutan terus digelorakan. Dalam rangkaian Road to 3rd International Conference on Islamic and Halal Economic Studies (ICIHES) 2025, Masyarakat Ekonomi Syariah (MES) DIY bersama Program Studi Doktor Perekonomian Islam dan Industri Halal Sekolah Pascasarjana Universitas Gadjah Mada (UGM) menggelar 4 Events Grand Final yang memadukan inovasi, edukasi, dan pemberdayaan masyarakat pada, Selasa, 28 Oktober 2025.
Acara digelar di BPD DIY Syariah, acara ini mempertemukan lintas sektor—pelajar, mahasiswa, pelaku UMKM, ormas, hingga akademisi – dalam empat ajang utama: Grand Final Duta Halal MES DIY, Tokoh Penggerak Halal DIY, Halal Business Plan Competition (HBPC),Komitmen Kawasan Halal (KKH) bersama G2RT Tetrapreneur
Empat ajang ini bukan sekadar selebrasi prestasi, melainkan etalase semangat gotong royong dan re-definisi kontribusi halal. Duta Halal tak hanya berbicara tentang produk, tetapi tentang persona. Tokoh Penggerak Halal menjaring figur akar rumput yang menggerakkan umat dalam keseharian. HBPC memperkenalkan pendekatan gotong royong antara tim muda dan real clients UMKM lokal. Sementara KKH mendorong praktik kawasan halal berbasis kolaborasi lintas komunitas di tingkat kalurahan—sebuah terobosan dalam pemetaan ekosistem Halal DIY.
Dr. Reni Rosari, M.B.A., Ketua Prodi Doktor PIIH UGM, menyampaikan bahwa partisipasi Prodi Doktor PIIH dalam rangkaian ini merupakan bentuk kontribusi nyata akademik terhadap praktik ekonomi halal yang kontekstual dan berdampak. “ICIHES bukan sekadar forum ilmiah, tapi jembatan antara teori dan kebutuhan riil di masyarakat,” tegasnya.
Acara juga mendapatkan dukungan kuat dari sektor keuangan syariah, termasuk BPD DIY Syariah, yang menegaskan pentingnya memperkuat ekosistem halal agar tidak hanya literat secara konsep, tetapi hadir dalam praktik sehari-hari masyarakat.
Sesi penjurian melibatkan pakar lintas sektor—dari akademisi, aktivis halal, pelaku bisnis, hingga perwakilan pemerintah. Para finalis akan kembali hadir dalam sesi penganugerahan pada 4 November 2025 dalam 3rd ICIHES 2025 di Hotel Marriott Yogyakarta, yang menjadi puncak konferensi internasional bertema integrasi ilmu, industri, dan kebijakan dalam ekonomi dan keuangan halal.
Inisiatif Road to ICIHES 2025 menjadi cermin bahwa ekonomi halal bukan hanya ranah regulasi dan sertifikasi, tetapi juga ruang kreasi, kolaborasi, dan keberdayaan masyarakat. Dari Yogyakarta, sinyal kuat dikirimkan: bahwa masa depan ekonomi halal terletak pada sinergi multipihak—akademik, komunitas, pemerintah, dan industri—yang bergerak bersama dengan visi berkeadaban.
Acara ini selaras dengan pelaksanaan SDGs 4: Pendidikan Berkualitas; SDG 8: Pekerjaan Layak dan Pertumbuhan Ekonomi: SDG 17: Kemitraan untuk Tujuan
Penulis: Dr. Reni R.
Editor: Arni Wistriatun