“Para petani di Desa Karangrejo, Kecamatan Loano, Kabupaten Purworejo Jawa Tengah hari Senin (11/8) merasakan kebahagiaan yang luar biasa pasalnya mereka sepanjang sejarang berhasil meningkatkan hasil panen padi. Pada saat ini panen Padi bisa mencapai 7 ton per hectare, sedangkan sebelumnya 5 ton/Ha”, ungkap Patnani, Kepala Desa Karangrejo.
Peningkatan hasil panen ini diperoleh sejak mendapatkan bantuan sumur bor untuk irigasi dan air bersih dari Sekolah Pascasarjana UGM. Dimana sumur-sumur dari kegiatan PkM tersebut mampu mengairi sawah seluas 5 Ha. Jika sebelumnya (sebelum ada sumur) pola tanam dalam setahun yaitu satu kali tanam padi dan satu kali polowijo, maka sekarang bisa dua kali padi dan satu kali polowijo, lanjut Patnani.
Pada pelaksanaan panen raya (perdana), setelah program pengadaan sumur bor untuk irigasi sawah hasil panen melimpah rata2 per hektar bisa menghasilkan gabah 7 ton. Bahkan untuk jenis padi varietas Trisultan bisa mencapai 8,8 ton/ha. Varietas padi Trisultan adalah varietas padi unggul yang dikenal dengan potensi hasil tinggi, umur panen genjah (95-100 hari setelah tanam), dan ketahanan terhadap beberapa hama dan penyakit serta kekeringan.
Kepala Desa Karangrejo mengucapkan terima kasih kepada semua pihak yang telah membantu pengadaan sumur bor, khususnya kepada Program Studi Ilmu Lingkungan dan Sekolah Pascasarjana Universitas Gadjah Mada. Dan berharap Kerjasama akan berlangsung terus dan berkembang dalam bidang-bidang lainnya (Suronokarti)

